Updates

Updates // December 2018

2018 in review: A year of theatrical experiments

At a glance, Teater Koma seemed to follow a familiar formula for its 154th production in November, centering on the Mahabharata Hindu epic and supported by a strong cast wearing period costumes. But there was something visually refreshing about Mahabarata: The

JakartaPost - The voices of the oppressed from a satay stall

The voices of the oppressed from a satay stall

The Selasar Barat Building inside the Gadjah Mada University (UGM) complex in Yogyakarta was turned into a satay stall on the evening of Nov. 30. The stall was said to belong to Sumilah, known as Bu Milah, a survivor of the 1965

Sumilah, Narasi Perempuan Yang Terus Hidup (2)

Sumilah adalah sosok penyintas yang menjadi korban salah ditangkap pada peristiwa kelam di tahun 1965. Ia dibawa ke penjara Wirogunan, di tempat itu ia ditahan selama 6 bulan, selanjutnya ia dipindah ke penjara Bulu dan terakhir dibawa ke Camp Plantungan

kondeco-SUMILAH,-NARASI-PEREMPUAN-YANG-TERUS-HIDUP_1

Sumilah, Narasi Perempuan Yang Terus Hidup (1)

Seorang perempuan itu berkeliling di sekitar area pementasan untuk menawarkan snack kripik singkong kepada penonton untuk dinikmati bersama. Setiap makanan yang diterima, penonton diajak untuk menyampaikan kalimat, “Ajal Untuk Kami Kehormatan Untuk Anda Tuan Pangemanan.” Di panggung itu terdapat dua

2018 in review: A year of theatrical experiments

At a glance, Teater Koma seemed to follow a familiar formula for its 154th production in November, centering on the Mahabharata Hindu epic and supported by a strong cast wearing period costumes. But there was something visually refreshing about Mahabarata: The

JakartaPost - The voices of the oppressed from a satay stall

The voices of the oppressed from a satay stall

The Selasar Barat Building inside the Gadjah Mada University (UGM) complex in Yogyakarta was turned into a satay stall on the evening of Nov. 30. The stall was said to belong to Sumilah, known as Bu Milah, a survivor of the 1965

Sumilah, Narasi Perempuan Yang Terus Hidup (2)

Sumilah adalah sosok penyintas yang menjadi korban salah ditangkap pada peristiwa kelam di tahun 1965. Ia dibawa ke penjara Wirogunan, di tempat itu ia ditahan selama 6 bulan, selanjutnya ia dipindah ke penjara Bulu dan terakhir dibawa ke Camp Plantungan

kondeco-SUMILAH,-NARASI-PEREMPUAN-YANG-TERUS-HIDUP_1

Sumilah, Narasi Perempuan Yang Terus Hidup (1)

Seorang perempuan itu berkeliling di sekitar area pementasan untuk menawarkan snack kripik singkong kepada penonton untuk dinikmati bersama. Setiap makanan yang diterima, penonton diajak untuk menyampaikan kalimat, “Ajal Untuk Kami Kehormatan Untuk Anda Tuan Pangemanan.” Di panggung itu terdapat dua

Tertarik mendukung program Jaga-Jaga?

Sebagai dana sosial, program “Jaga-Jaga” akan dikelola oleh Kipper secara transparan, di mana dana yang terkumpul akan didistribusikan kepada lansia penyintas kekerasan masa lalu di Yogyakarta yang sedang membutuhkan layanan kesehatan khusus lansia maupun layanan darurat lainnya. Dengan demikian, Program “Jaga-Jaga” harapannya mampu memberi kontribusi bagi pemenuhan hak sosial penyintas yang harus tetap dijamin hingga mereka tutup usia.