Updates

Updates // Liputan Media

pasar SepaHAM

Pasar Sepaham untuk Korban HAM

Mahasiswa, alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, dan sejumlah komunitas peduli hak asasi manusia menggelar Pasar Sepaham bagi para korban pelanggaran hak asasi manusia. YOGYAKARTA, KOMPAS — Mahasiswa, alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Selamatan Anak Cucu Sumilah

Semesta Sumilah: Teater, Arsip dan Harapan

“Kami telah melawan sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya”, ucap bu Nik di atas kursi rodanya kepada satu kerumunan anak muda menuju kerumunan lainnya yang hadir malam itu. Di meja bagian tengah kalimat itu meluncur berulang kali, lesap bersama renyahnya kunyahan makanan ringan yang

2018 in review: A year of theatrical experiments

At a glance, Teater Koma seemed to follow a familiar formula for its 154th production in November, centering on the Mahabharata Hindu epic and supported by a strong cast wearing period costumes. But there was something visually refreshing about Mahabarata: The

JakartaPost - The voices of the oppressed from a satay stall

The voices of the oppressed from a satay stall

The Selasar Barat Building inside the Gadjah Mada University (UGM) complex in Yogyakarta was turned into a satay stall on the evening of Nov. 30. The stall was said to belong to Sumilah, known as Bu Milah, a survivor of the 1965

Sumilah, Narasi Perempuan Yang Terus Hidup (2)

Sumilah adalah sosok penyintas yang menjadi korban salah ditangkap pada peristiwa kelam di tahun 1965. Ia dibawa ke penjara Wirogunan, di tempat itu ia ditahan selama 6 bulan, selanjutnya ia dipindah ke penjara Bulu dan terakhir dibawa ke Camp Plantungan

kondeco-SUMILAH,-NARASI-PEREMPUAN-YANG-TERUS-HIDUP_1

Sumilah, Narasi Perempuan Yang Terus Hidup (1)

Seorang perempuan itu berkeliling di sekitar area pementasan untuk menawarkan snack kripik singkong kepada penonton untuk dinikmati bersama. Setiap makanan yang diterima, penonton diajak untuk menyampaikan kalimat, “Ajal Untuk Kami Kehormatan Untuk Anda Tuan Pangemanan.” Di panggung itu terdapat dua

TheJakartaPost-Agung-Kurniawan-Humanizing-Humans-Through-Art

Agung Kurniawan: Humanizing humans through art

After studying archaeology for four years at Gadjah Mada University in Yogyakarta, Agung Kurniawan decided to quit in 1991 because he thought it was boring, a decision that shocked his dean and made his mother cry. “If my mother cried,

Qubicleid-Melihat-Performativitas-Agung-Kurniawan

Melihat Performativitas Agung Kurniawan

Agung Kurniawan sang Crowd Director! Agung Kurniawan, salah satu nama besar dalam dalam ranah seni rupa Indonesia. Ia dikenal sebagai aktivis yang memiliki sikap dan posisi tegas dalam menyikapi isu politik, sosial, dan budaya. Agung percaya bahwa menjadi seorang seniman

tempo-sebuah-kritik-post-kolonial

Sebuah Kritik Post-Kolonial

Power and Other Things” merupakan satu di antara tiga pameran utama Europalia 2017. Disambut hangat karena kritis. KAMI bangsa Indonesia….” Teks Proklamasi Kemerdekaan yang dibacakan Sukarno 72 tahun lalu kembali berkumandang di Bozar, gedung pusat seni rupa, Brussels, Belgia, pada

Beritagar-Para-penyintas-Yogyakarta-nan-tak-mudah-menyerah

Para penyintas Yogyakarta nan tak mudah menyerah

Para pemeran itu perempuan perkasa berdisiplin tinggi. Untuk mempersiapkan pementasan, mereka rutin berlatih seminggu dua kali sepanjang tiga bulan. Mereka tak lagi belia. Tapi, di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 13 perempuan pemeran utama “Gejolak Makam Keramat”

pasar SepaHAM

Pasar Sepaham untuk Korban HAM

Mahasiswa, alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, dan sejumlah komunitas peduli hak asasi manusia menggelar Pasar Sepaham bagi para korban pelanggaran hak asasi manusia. YOGYAKARTA, KOMPAS — Mahasiswa, alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Selamatan Anak Cucu Sumilah

Semesta Sumilah: Teater, Arsip dan Harapan

“Kami telah melawan sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya”, ucap bu Nik di atas kursi rodanya kepada satu kerumunan anak muda menuju kerumunan lainnya yang hadir malam itu. Di meja bagian tengah kalimat itu meluncur berulang kali, lesap bersama renyahnya kunyahan makanan ringan yang

2018 in review: A year of theatrical experiments

At a glance, Teater Koma seemed to follow a familiar formula for its 154th production in November, centering on the Mahabharata Hindu epic and supported by a strong cast wearing period costumes. But there was something visually refreshing about Mahabarata: The

JakartaPost - The voices of the oppressed from a satay stall

The voices of the oppressed from a satay stall

The Selasar Barat Building inside the Gadjah Mada University (UGM) complex in Yogyakarta was turned into a satay stall on the evening of Nov. 30. The stall was said to belong to Sumilah, known as Bu Milah, a survivor of the 1965

Sumilah, Narasi Perempuan Yang Terus Hidup (2)

Sumilah adalah sosok penyintas yang menjadi korban salah ditangkap pada peristiwa kelam di tahun 1965. Ia dibawa ke penjara Wirogunan, di tempat itu ia ditahan selama 6 bulan, selanjutnya ia dipindah ke penjara Bulu dan terakhir dibawa ke Camp Plantungan

kondeco-SUMILAH,-NARASI-PEREMPUAN-YANG-TERUS-HIDUP_1

Sumilah, Narasi Perempuan Yang Terus Hidup (1)

Seorang perempuan itu berkeliling di sekitar area pementasan untuk menawarkan snack kripik singkong kepada penonton untuk dinikmati bersama. Setiap makanan yang diterima, penonton diajak untuk menyampaikan kalimat, “Ajal Untuk Kami Kehormatan Untuk Anda Tuan Pangemanan.” Di panggung itu terdapat dua

TheJakartaPost-Agung-Kurniawan-Humanizing-Humans-Through-Art

Agung Kurniawan: Humanizing humans through art

After studying archaeology for four years at Gadjah Mada University in Yogyakarta, Agung Kurniawan decided to quit in 1991 because he thought it was boring, a decision that shocked his dean and made his mother cry. “If my mother cried,

Qubicleid-Melihat-Performativitas-Agung-Kurniawan

Melihat Performativitas Agung Kurniawan

Agung Kurniawan sang Crowd Director! Agung Kurniawan, salah satu nama besar dalam dalam ranah seni rupa Indonesia. Ia dikenal sebagai aktivis yang memiliki sikap dan posisi tegas dalam menyikapi isu politik, sosial, dan budaya. Agung percaya bahwa menjadi seorang seniman

tempo-sebuah-kritik-post-kolonial

Sebuah Kritik Post-Kolonial

Power and Other Things” merupakan satu di antara tiga pameran utama Europalia 2017. Disambut hangat karena kritis. KAMI bangsa Indonesia….” Teks Proklamasi Kemerdekaan yang dibacakan Sukarno 72 tahun lalu kembali berkumandang di Bozar, gedung pusat seni rupa, Brussels, Belgia, pada

Beritagar-Para-penyintas-Yogyakarta-nan-tak-mudah-menyerah

Para penyintas Yogyakarta nan tak mudah menyerah

Para pemeran itu perempuan perkasa berdisiplin tinggi. Untuk mempersiapkan pementasan, mereka rutin berlatih seminggu dua kali sepanjang tiga bulan. Mereka tak lagi belia. Tapi, di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 13 perempuan pemeran utama “Gejolak Makam Keramat”

Tertarik mendukung program Jaga-Jaga?

Sebagai dana sosial, program “Jaga-Jaga” akan dikelola oleh Kipper secara transparan, di mana dana yang terkumpul akan didistribusikan kepada lansia penyintas kekerasan masa lalu di Yogyakarta yang sedang membutuhkan layanan kesehatan khusus lansia maupun layanan darurat lainnya. Dengan demikian, Program “Jaga-Jaga” harapannya mampu memberi kontribusi bagi pemenuhan hak sosial penyintas yang harus tetap dijamin hingga mereka tutup usia.