Gejolak Makam Keramat

Naskah Gejolak Makam Keramat

Penonton masuk ke dalam hall

Agung membagi penonton menjadi 4 kelompok, Plantungan, Ambarawa, Jefferson, Bulu. Pembagian pertama berdasar pada gender: laki laki masuk ke Jefferson Library dan Ambarawa, perempuan dan anak anak masuk ke Plantungan dan Bulu.

Pembagian berikutnya adalah berdasarkan suku; dibutuhkan empat suku untuk menjadi masing masing wakil penjara.

Berikutnya berdasarkan pendidikan; SD atau Sekolah rakyat, SMP, SMA, drop out, S1, S2 dan S3 untuk menjadi kucing.

Kemudian berdasarkan angka tahun lahir dibutuhkan 10 orang pembaca berita, diutamakan yang lahir pada tahun 1990 an.

Setelah dibagi, kemudian menjelaskan tatacara pertunjukan; penonton harus memperhatikan tanda dan aba aba dari konduktor. Konduktor melatih penonton untuk mengikuti aba-abanya Selain soal soal teknis penonton juga perlu dijelaskan konteks adegannya: pabrik, kebakaran pabrik, keributan, kesunyian makam, suara gamelan di akhir, dan dialog penonton & wakil penonton. Setelah mencoba penonton diminta untuk membuat simulasi dan latihan adegan adegan. Apabila dirasa kurang, sutradara dapat meminta penonton mengulang.

Ditengah-tengah latihan dan simulasi dengan para penonton, ibu ibu masuk ke dalam panggung dengan cara melewati kerumunan penonton. Pandangan ibu ibu nanar dan sama sekali tidak memperhatikan keberadaan penonton.

Setelah dirasa cukup penonton digiring masuk ke dalam panggung.

Sambil Bu Oni memainkan harmonika, penonton menata diri ke posisi masing-masing yang sudah ditentukan. Setelah selesai Bu Oni, Bu Kadmi mulai nembang. Bersamaan sinom (Bakudapan) memberikan minuman hangat (*gelas blirik 17 buah) dan snack untuk para wakil penonton.